Konseptual Desain Kawasan Tugu Adipura Sebagai Simpul Aktivitas Publik Berdasarkan Hasil Analisis Walkability Kota Bandar Lampung
Keywords:
Jalur pejalan kaki, Kawasan Pusat Kota, Ruang Publik, Tugu Adipura, WalkabilityAbstract
Tugu Adipura merupakan landmark dan ikon penting di pusat Kota Bandar Lampung yang berfungsi sebagai simpul berbagai aktivitas kota. Meskipun demikian, area di sekitar tugu belum mampu mengakomodasi kebutuhan aktivitas publik tersebut secara optimal, terutama bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas jalur pejalan kaki di kawasan Tugu Adipura (Segmen 2) dan memberikan rekomendasi desain konseptual untuk mentransformasikannya menjadi ruang publik yang walkable. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui observasi lapangan dan analisis komparatif terhadap standar Walkability Survey in Asian Cities oleh Leather et al. (2011) serta Peraturan Menteri PU No. 03/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Jalan Raden Intan secara keseluruhan (termasuk Tugu Adipura) mendapatkan nilai indeks walkability 36.70 (Not Walkable). Permasalahan utama di Segmen 2 meliputi ketiadaan peneduh , minimnya fasilitas amenitas seperti kursi dan tempat sampah , serta fasilitas disabilitas yang tidak konsisten. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan desain konseptual yang mengintegrasikan area plaza publik, penataan lanskap dengan peneduh, relokasi PKL, dan pemenuhan fasilitas pejalan kaki yang standar untuk mewujudkan kawasan Tugu Adipura yang nyaman, aman, dan aksesibel.
Downloads
References
Ashadi, A., Houtrina, R., & Setiawan, N. (2012). Analisa pengaruh elemen-elemen pelengkap jalur Jalur pejalan kaki terhadap kenyamanan pejalan kaki studi kasus: Jalur pejalan kaki orchard road singapura. Nalars, 11(1).
Dom. 2010. Town Design and Transportation Planning: Growth, Urban Design. Walkability. Walkable Street.
Iswara, R., Astuti, W., & Putri, R. A. (2017). Kesesuaian Fungsi Taman Kota dalam Mendukung Konsep Kota Layak Huni di Surakarta. Arsitektura, 15 (1), 115.”
Jamei, E., Ahmadi, K., Chau, H. W., Seyedmahmoudian, M., Horan, B., & Stojcevski, A. (2021). Urban design and walkability: Lessons learnt from Iranian traditional cities. Sustainability, 13(10), 5731.
Kurniawan, H., & Pramasahe, D. (2019). Hubungan Fungsi Dan Kenyamanan Jalur Jalur pejalan kaki (Studi Kasus: Jalur Jalur pejalan kaki Jalan Jendral Soeprapto Muka Kuning Kota Batam). Sigma Teknika, 2(1), 95-105.
Nugroho, R. A., & Rusnabilah, A. (2022). Nilai Index Walkability Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan Perdagangan Dan Jasa Kota Samarinda. REKSABUMI, 1(1), 1-16.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.
PERGUB No.135 Tahun 2019_Pedoman Tata Bangunan (diakses 8 Oktober 2024)
https://dcktrp.jakarta.go.id/web-dcktrp be/storage/peraturan/PERGUB_No_135_Tahun_2019_tentang_Pedoman_Tata_Bangunan.pdf ).
Putri, L, R & Kusmastuti. (2024). Penilaian Tingkat Walkability Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Pusat Kota Bogor. Jurnal Desa-Kota, 6(1), 84-100.
Rafiemanzelat, R., Emadi, M. I., & Kamali, A. J. (2017). City sustainability: the influence of walkability on built environments. Transportation research procedia, 24, 97-104.
Sari, A. M., Sari, D. F., & Wibawani, S. (2020). Penerapan konsep walkability dalam mendukung Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang produktif dan berkelanjutan. Public Administration Journal of Research, 2(3).
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Suminar, L. (2021). Identifikasi Fasilitas Pejalan Kaki di Koridor Jalan Affandi Yogyakarta Dalam Mendukung Konsep Walkability. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(3), 366-377.